Jumat, 01 Januari 2010
Praktikum Cor (Bag. 4) : Pengaruh Hidrogen Terhadap Al Cair
1 June 2009 4 Comments
Powered by Max Banner Ads
Proses pengecoran yang kami lakukan adalah proses peleburan yang menggunakan dapur krusibel, yaitu proses yang merupakan peleburan terbuka sehingga memudahkan gas-gas seperti H2, O2, Co2 dan Co terlarut ke dalam logam cair. Biasanya gas-gas yang terdapat pada proses peleburan hanya berbentuk elemen tunggal dan jarang dijumpai sebagai suatu senyawa.
Hidrogen merupakan gas terpenting dalam peleburan aluminium karena gas hidrogen akan mempengaruhi sifat benda cor yang akan dihasilkan. Hidrogen sangat mudah larut dan berdifusi ke dalam aluminium cair sehingga dapat menjadi penyebab utama terjadinya porositas pada benda cor alumunium.. Hal ini disebabkan oleh afinitas gas hidrogen yang sangat tinggi terhadap alumunium cair. Uap air merupakan sumber utama dan mengandung 9% berat hidrogen.
Reaksi penyerapan hidrogen oleh aluminium cair yaitu :
3(H2O) + 2 Al –> 6 H + Al2O3
Pengaruh temperatur cairan aluminium terhadap kelarutan hidrogen diperlihatkan pada berikut :
kelarutah-hidrogen-dalam-al
Gambar 3. Pengaruh temperatur aluminium terhadap kelarutan hidrogen
Grafik 3 di atas memperlihatkan bahwa dengan meningkatnya temperatur logam cair Al, maka kelarutan hidrogen dalam Al cenderung meningkat pula. Hal ini disebabkan karena pada temperatur tinggi gas hidrogen akan lebih mudah terdifusi ke dalam logam cair sehingga dapat memungkinkan terjadinya cacat. Sumber-sumber gas hidrogen yang larut dalam Al cair berasal dari :
1. Daput krusibel dan batu tahan api yang basah.
2. Atmosfer, di mana hidrogen terdapat pada uap air.
3. Peralatan seperti alat pengaduk, pengambil dross, dll yang basah.
4. Bahan baku scrap basah, kotor,berminyak.
5. Bahan Bakar minyak yang tidak terbakar (kurang O2 atau angin), dan ±20% hasil pembakaran adalah H2O.
Pencegahan yang dapat dilakukan terhadap masuknya gas hidrogen yaitu :
1. Memanaskan dapur krusibel dan batu tahan api yang baru.
2. Menghindari scrap basah, kotor dan berminyak.
3. Bahan bakar tidak boleh langsung mengenai logam cair.
4. Memastikan agar fluxes, peralatan & dapur krusibel dalam keadaan kering.
5. Menghindari overheating cairan logam.
6. Menghindari holding time yang lama.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar